
Majalah Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan di sekolah guna mencegah terulangnya kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa. “Kasus keracunan massal yang terjadi di dua sekolah di Kecamatan Sukabumi pada Jumat (29/8) menjadi perhatian serius pemerintah kota. Karena itu, kami akan memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandar Lampung, Selasa (2/9).
Ia menjelaskan, hasil uji awal yang dilakukan bersama pihak terkait menunjukkan air bersih yang digunakan dalam pengolahan makanan di dapur penyedia makanan sekolah tercemar bakteri Escherichia coli (E.coli).
“Dalam inspeksi di dapur penyedia makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tirtayasa, kami menemukan sejumlah pelanggaran standar kebersihan. Ruang penyimpanan dan area pengolahan makanan tidak memenuhi syarat kebersihan,” ujarnya.
Baca Juga : Polresta Bandar Lampung Gelar Gerakan Pangan Murah, 4,1 Ton Beras SPHP Ludes Terjual
Menurut Muhtadi, temuan tersebut langsung disampaikan kepada Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera ditindaklanjuti.
“Mereka menyatakan akan menghentikan sementara operasional dapur MBG hingga kondisi benar-benar steril dan sesuai standar sanitasi,” tambahnya.
Ia menyebutkan, kasus keracunan MBG terjadi di SDN 2 Sukabumi, SMPN 31 Bandar Lampung, serta SD di Campang Raya, Kecamatan Sukabumi.
“Total ada 247 siswa yang mengalami gejala keracunan, 12 di antaranya sempat dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Alhamdulillah, saat ini kondisi mereka sudah semakin membaik,” kata Muhtadi.





