
Majalah Bandar Lampung – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,6 mengguncang wilayah Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Jumat malam (26/9/2025) pukul 21.55 WIB. Getaran gempa yang bersumber dari kedalaman dangkal ini mengakibatkan sedikitnya sembilan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menyampaikan bahwa pihaknya bersama aparat setempat, BPBD, dan TNI masih terus melakukan pendataan serta upaya rehabilitasi terhadap rumah warga yang terdampak. “Tadi malam terjadi gempa di wilayah Kabupaten Tanggamus. Ada beberapa wilayah yang terdampak dan di antaranya beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Menurut informasi awal, guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat, terutama di Kecamatan Semaka dan wilayah sekitarnya. Warga sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di darat dengan kedalaman relatif dangkal. Hal inilah yang menyebabkan dampak kerusakan langsung terasa pada bangunan di sekitar titik pusat gempa.
Baca Juga : Pasar Emas 24 Karat di Bandar Lampung Tembus Rekor Baru
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami retak pada dinding, atap roboh sebagian, serta kerusakan ringan pada fasilitas umum. Aparat desa bersama relawan tanggap bencana segera membantu evakuasi dan mendirikan posko darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat.
Selain melakukan pendataan, aparat gabungan juga mendistribusikan bantuan logistik seperti terpal, makanan siap saji, serta kebutuhan dasar lainnya untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Pihak pemerintah daerah juga tengah menyiapkan program perbaikan rumah melalui dana darurat.
Gempa ini menambah catatan aktivitas seismik di wilayah Lampung yang memang termasuk kawasan rawan gempa bumi karena berada di jalur subduksi Sumatra. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dengan adanya kejadian ini, pemerintah setempat menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana, termasuk sosialisasi jalur evakuasi dan simulasi penanganan gempa agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana di kemudian hari.


