
Majalah Bandar Lampung – Puluhan siswa Sekolah Disabilitas Bunda (SDB) mengikuti kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas di Kodim 0410 Bandar Lampung, Selasa (30/09/2025). Dengan penuh semangat, para siswa menyapa para anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menyambut kedatangan mereka dengan nyanyian dan tepuk tangan. Keceriaan terpancar dari wajah-wajah anak-anak, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk mereka.
Kegiatan outing class ini didampingi langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta Komandan Kodim 0410 Bandar Lampung, Letkol Arm Roni Hermawan, S.H., M.M.
“Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak SDB dapat mengenal lingkungan di luar sekolah sekaligus mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Kami ingin mereka memperoleh pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif,” ujar Eka Afriana.
Selama outing class, siswa tidak hanya belajar sambil bermain, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengamati dan menaiki kendaraan taktis Pindad Maung yang biasa digunakan dalam operasi militer. Pengalaman langsung ini dirancang agar siswa merasakan sensasi unik dan mendapatkan pengalaman edukatif yang tak terlupakan.
Baca Juga : Pasar Emas 24 Karat di Bandar Lampung Tembus Rekor Baru
“Observasi langsung dan praktik nyata seperti ini akan membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep belajar yang disampaikan. Aktivitas ini juga meningkatkan rasa percaya diri mereka,” tambah Eka.
Sementara itu, Komandan Kodim 0410 Bandar Lampung, Letkol Arm Roni Hermawan, menyambut hangat kunjungan para siswa SDB. “Alhamdulillah, Kodim 0410 Bandar Lampung hari ini menjadi lebih ceria berkat kedatangan adik-adik istimewa dari SDB Bandar Lampung. Ini merupakan momen istimewa karena SDB adalah sekolah disabilitas pertama di Kota Bandar Lampung,” ujar Roni.
Dalam kegiatan tersebut, kendaraan Pindad Maung ditampilkan khusus dan dikendarai secara perdana untuk menyambut siswa berkebutuhan khusus. Anak-anak tampak antusias mencoba masuk dan melihat berbagai fitur kendaraan tersebut, yang merupakan pengalaman pertama mereka.
Selain itu, outing class juga mengajak para siswa mengunjungi Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, yang baru diresmikan pada 12 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan edukasi keagamaan sejak dini, sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai budaya dan lingkungan sosial sekitar.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari program inklusif pemerintah kota untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas yang menyenangkan dan bermakna.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Bandar Lampung untuk mengadakan pembelajaran di luar kelas, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, sehingga mereka bisa belajar sambil berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara langsung,” tutup Eka Afriana.
Kegiatan outing class ini juga melibatkan guru pendamping dan relawan dari berbagai komunitas pendidikan inklusif, memastikan setiap siswa mendapatkan perhatian penuh selama kegiatan berlangsung. Dengan antusiasme yang tinggi dari siswa, guru, dan TNI, acara ini menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara dunia pendidikan dan instansi pemerintahan untuk mendukung pengembangan anak berkebutuhan khusus di Bandar Lampung.


